pabila datang esok lusa,
hari ini takkan kembali.
dan mentari terus bersinar,
pagi di timur dan sore di barat.
jika aku masih diam,
tatkala datang esok lusa,
serta waktu terus berpijar,
takkan sampai gapai mentari.
pabila datang esok lusa,
yang kita bisa sesali diri,
jika diam hari ini,
esok lusa menunggu mati,
tatkala waktu terus berpijar,
para penguasa tak kenal lengah,
sikut kiri-sikut kanan, juga nyanyikan nina bobok,
tatkala datang esok lusa, kau tertidur pulas,
sawah ladang tak kau temui, laut sungai tak kau dapati,
dalam lelapmu semua terjual,
serakah penguasa yang menghamba pada penjajah.
pabila datang esok-lusa,
tertidur pulas engkau di sana,
mentari pagi adalah mati. dan hanya bisa sesali diri. jika tak sadari dari kini.
kita berjuang atau akan di kebiri.
oleh penguasa dan penjajah yang tak tau diri.
hari ini bangkit melawan,
esok lusa akan gemilang,
usir penjajah, dari kita punya tanah,
hidup damai, di tanah sendiri.
esok lusa adalah surga,
jika berjuang hari ini.
Bangunlah engkau disaat engkau mulai letih dengan tidurmu,,,,
BalasHapusTerbanglah engkau bersama mimpi-mimpimu
Dan kibarkanlah sayapmu seperti sang garuda dibawah merah putih
Tersenyumlah dalam keberanian da kesucian.
dong-dong
BalasHapusLambu cukup suburkan semangat kita,
BalasHapusterang didepan mata siapa penjajah.