Kamis, 22 Juli 2010

Durafi Dan Mimpinya

Sebuah adat usang.

 Betapa Bahagianya Ia.
Berlari dan terus berlari tanpa henti-hentinya tersenyum. Sesekali ia tertawa girang yang keras dengan nafas terengah. Nilai kelulusan SD-nya sangat tinggi, ia dapat rangking satu, tak terkalahkan alias paling pintar antara teman-temannya, jika begini akan mudah untuk masuk sekolah menengah pertama favorit yang diinginkannya. Dia pasti akan mempertahankan prestasi kepintarannya. Pelajaran matematika akan dihajar olehnya sampai mampus dan bertekuk lutut padanya.

Sabtu, 05 Juni 2010

Watak Dan Karakter Seni Dan Budaya


Setiap orang memiliki apresiasi terhadap seni, baik itu seni sastra, seni rupa, seni peran, seni swara, seni tari dan bentuk lainnya. Oleh karenanya seni dan budaya menjadi salah satu media yang paling efektif dalam menyebarkan dan menanamkan suatu nilai-nilai (ajaran), baik itu bersifat penindasan ataupun pembebasan.

Oleh karena itu, dalam mengekspresikan seni, penting bagi kita memahami dan meletakkan sandaran seni yang sekaligus menjadi moral seniman itu sendiri. Ada tiga moral dalam seni, yaitu:


a. Seni/budaya feudal

Adalah seni-budaya yang tangungjawabnya mengabdi dan untuk mempertahankan penindasan feudal. Ide-idenya tidak berasal dari situasi nyata yang dirasakan massa, tidak ilmiah, menceritakan tentang topeng kebaikan hati para tuan feudal, mengajarkan bahwa para tuan feudal merupakan titisan dewa, menyebarkan ajaran-ajaran tentang adanya kekuatan gaib sehingga membuat manusia pasrah pada nasib dan takdirnya yang tertindas dan mengharapkan perubahan nasibnya dari kekuatan-kekuatan gaib tersebut. Kesemuanya ini hanya bertujuan untuk meredam kesadaran rakyat agar tidak berlawan terhadap penindasan yang dilakukan oleh para tuan feudal.


b. Seni/budaya borjuis

Adalah seni yang tanggungjawab seninya untuk mengabdi dan menyebarluaskan gaya hidup dari ide-ide borjuis yang menindas. Ide-idenya diekspresikan melalui drama-drama bertempat di panggung yang mewah. Ceritanya tentang gaya hidup orang-orang kaya sehingga membuat orang berkhayal untuk seperti itu, khanyalan yang tidak mencerminkan situasi obyektif dan keilmiahan, cerita cinta yang terasingkan dari konsisi sosial yang mana banyak rakyat yang tertindas, cerita-cerita cabul, cerita tentang kebaikan hati Amerika Serikat, cerita yang mengagung-agungkan tokoh dengan ptronase yang berlebihan dan menganggap tokoh tersebut adalah manusia yang tidak pernah salah. Ciri-ciri senimanya adalah bersikap liberal, sok merdeka dan tidak mau dipimpin oleh tuntutan perjuangan rakyat.

Selain itu, seni dalam kepemimpinan klas borjuis, sebatas dijadikan sebagai komoditas dagang yang semakin memberikan keuntungan yang besar bagi para pemilik modal. Itu sebabnya, kebebasan berekspresi dari para pekerja seni yang dipimpin oleh klas borjuis, harus mengikuti apa yang menjadi tuntutan pasar.


c. Seni /budaya pembebasan

Adalah seninya rakyat pekerja, rakyat tertindas, aktifis massa, yang tanggungjawab seninya mengabdi kepada perjuangan rakyat. Moral senimannya bersifat jujur, sederhana, apa adanya mengungkapkan realitas kehidupan yang bertumpu pada keadilan dan melawan penindasan. Sifat dan watak karya seninya adalah tidak komersil (tidak untuk diperdagangkan), tetapi bertujuan untuk mengungkap segala bentuk penindasan terhadap rakyat sehingga menumbuhkan kesadaran rakyat untuk berjuang menuntut pemenuhan hak-haknya.

Cerita-ceritanya tentang rakyat yang kelaparan dan kemiskinan ditengah kekayaan alam yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing, anak-anak jalanan yang harus bekerja karena tidak sekolah karena mahalnya pendidikan, tangisan ibu karena mahalnya harga-harga kebutuhan pokok, nelayan yang bertarung dengan ganasnya gelombang, desingan mesin-mesin pabrik yang memekakan telinga klas buruh, penindasan terhadap kaum perempuan oleh budaya patriarki feudal dan machoisme imperialis, perjuangan kaum tani terhadap penindasan tuan tanah, perjuangan buruh terhadap penindasan pemilik modal, perlawanan pemuda-mahasiswa terhadap rektor yang anti mahasiswa, perlawanan rakyat terhadap rejim otoriter, dsb. Ukuran keberhasilan seninya adalah bertambahnya massa dalam barisan perjuangan rakyat, tambah beraninya massa untuk melawan musuh-musuhnya dan menuntut pemenuhan hak-hak demokratisnya.