Setiap orang memiliki apresiasi terhadap seni, baik itu seni sastra, seni rupa, seni peran, seni swara, seni tari dan bentuk lainnya. Oleh karenanya seni dan budaya menjadi salah satu media yang paling efektif dalam menyebarkan dan menanamkan suatu nilai-nilai (ajaran), baik itu bersifat penindasan ataupun pembebasan.
Oleh karena itu, dalam mengekspresikan seni, penting bagi kita memahami dan meletakkan sandaran seni yang sekaligus menjadi moral seniman itu sendiri.
a. Seni/budaya feudal
Adalah seni-budaya yang tangungjawabnya mengabdi dan untuk mempertahankan penindasan feudal. Ide-idenya tidak berasal dari situasi nyata yang dirasakan
b. Seni/budaya borjuis
Adalah seni yang tanggungjawab seninya untuk mengabdi dan menyebarluaskan
Selain itu, seni dalam kepemimpinan klas borjuis, sebatas dijadikan sebagai komoditas dagang yang semakin memberikan keuntungan yang besar bagi para pemilik modal. Itu sebabnya, kebebasan berekspresi dari para pekerja seni yang dipimpin oleh klas borjuis, harus mengikuti apa yang menjadi tuntutan pasar.
c. Seni /budaya pembebasan
Adalah seninya rakyat pekerja, rakyat tertindas, aktifis
Cerita-ceritanya tentang rakyat yang kelaparan dan kemiskinan ditengah kekayaan alam yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing, anak-anak jalanan yang harus bekerja karena tidak sekolah karena mahalnya pendidikan, tangisan ibu karena mahalnya harga-harga kebutuhan pokok, nelayan yang bertarung dengan ganasnya gelombang, desingan mesin-mesin pabrik yang memekakan telinga klas buruh, penindasan terhadap kaum perempuan oleh budaya patriarki feudal dan machoisme imperialis, perjuangan kaum tani terhadap penindasan tuan tanah, perjuangan buruh terhadap penindasan pemilik modal, perlawanan pemuda-mahasiswa terhadap rektor yang anti mahasiswa, perlawanan rakyat terhadap rejim otoriter, dsb. Ukuran keberhasilan seninya adalah bertambahnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar